30 Kerajaan Hadiri Ritual Mattompang Arajang di Bone

Sekitar 30 Kerajaan turut hadir pada ritual “Mattopang Arajang” atau pencucian benda pusaka warisan Kerajaan Bone bertepatan pada pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-688 Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin, 2 April 2018.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi mengatakan, kehadiran sejumlah raja dari nusantara itu, merupakan bentuk penghargaan Ulang Tahun Kabupaten Bone ke-688.

“Ada 30 raja yang hadir dalam rangkaian hari jadi Bone ke-688, diantarannya raja dari, Brunei, Inggris, Belanda, dan raja yang ada di nusantara,” katanya.

Ia juga menjelaskan, pihak kerajaan melakukan pencucian benda pusaka peninggalan Raja Bone, yakni Raja Arung Palakka.

“Adapun Benda pusaka yang dibersihkan itu adalah, Keris Lamakkawa, Kalewang La Tea Riduni, Tombak La Salaga, Senjata Adat 7 (Allameng Tata Rappeng), Sembangengpulaweng, dan Teddung Pulaweng,” papar Promal Pawi.

Penjabat sementara Bupati Bone, Andi Bakti Haruni mengatakan, pemerintah daerah setempat mendukung terlaksananya ritual adat tersebut.

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Bone akan terus bekerja sama dengan raja dan seluruh perangkat adat kerajaan dalam mengembangkan nilai budaya di daerah itu.

“Apa yang kita raih saat ini, maka itulah yang kita wariskan di kemudian hari. Ritual adat kerajaan ini sudah menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan leluhur dan menjaga kearifan lokal,” kata Haruni

Prosesi pencucian benda pusaka kerajaan Bone yang dilakukan di Ruang Museum Arajange Rujab Bone, Jalan. Petta Ponggawae, Kecamatan Tanete Riattang, dihadiri 30 kerajaan dari Nusantara.