Kadis Kebudayaan Kabupaten Bone Mengikuti Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

112

Kadis Kebudayaan Kabupaten Bone H.A.Promal Pawi menghadiri Kongres Kebudayaan Indonesia Tahun 2018.

KKI belangsung selama lima hari dari Rabu, 5 s.d. Minggu, 9 Desember 2018 tersebut dimeriahkan dengan acara Pawai Budaya.

Diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Kongres Kebudayaan Indonesia bertujuan untuk memperingati Kongres Kebudayaan pertama yang diselenggarakan pada tahun 1918.

Hasil kongres nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo sebagai landasan untuk mengambil kebijakan tentang kebudayaan.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menekankan pentingnya peran untuk merumuskan kebijakan.

“Salah satu konsep penting di dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, adalah keterlibatan masyarakat”.

Kemeriahan Pawai

Pawai Kebudayaan berlangsung hari ini sejak pukul 06.30 WIB hingga 09.30 WIB. Bertempat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pawai ini menampilkan arak-arakan dan kemeriahan yang merepresentasikan budaya Indonesia.

Ribuan penari tampil dengan seluruh wilayah Indonesia. Menurut siaran pers yang diterbitkan panitia, kegiatan ini merupakan keberagaman budaya yang akan menjadi pijakan pembangunan ke depan.

Filosofi dan konsep dasar dari pawai ini adalah keunikan Indonesia sebagai titik temu pelbagai budaya yang beragam. Meski beragam, pertemuan itu tetap menghasilkan harmonisasi.

Ribuan orang, yang sebagian besar sedang menikmati Hari Bebas Mobil, berkumpul di ruas Jalan Jenderal Sudirman dari depan Kemendikbud hingga pintu kompleks Gelora Bung Karno untuk menyaksikan arak-arakan.

Pawai Budaya ini diikuti 3.400 peserta dan setiap provinsi diwakili 100 orang. Pawai ini juga dimeriahkan oleh tari tari kolosal bertema “Suara Mahakarya Nusantara”.

Pergerakan arakan-arakan bermula dari Pintu 5 Gelora Bung Karno. Kemudian, peserta berjalan ke arah Bundaran Tugu Pemuda Membangun, sambil melakukan beraneka koreografi yang dikreasi Deni Malik. Mereka menari sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing, dengan iringan musik.

Pada saat bersamaan muncul para pesilat dari Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Beberapa pesilat berdiri di depan panggung dan melakukan seperti balok kayu dan permainan.

Sementara para peserta pawai terus berjalan menuju gedung Kemendikbud.